Ahad, 27 November 2011

Riba dan Bunga Bank itu Haram







Dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda,
يَأْتِي عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ يَأْكُلُونَ الرِّبَا فَمَنْ لَمْ يَأْكُلْهُ أَصَابَهُ مِنْ غُبَارِهِ
“Suatu saat nanti manusia akan mengalami suatu masa yang ketika itu semua orang memakan riba. Yang tidak makan secara langsung itu akan terkena debunya” (HR Nasai no 4455, namun dinilai dhaif oleh al Albani).
Meski secara sanad hadits di atas adalah hadits yang lemah namun makna yang terkandung di dalamnya adalah benar dan zaman tersebut pun telah tiba. Betapa riba dengan berbagai kedoknya saat ini telah menjadi komsumsi publik bahkan suatu yang mendarah daging di tengah banyak kalangan. Padahal ancaman dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang riba sungguh mengerikan bagi orang yang masih memiliki iman kepada Allah dan hari akhir.
عَنْ عَوْفِ بن مَالِكٍ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:”إِيَّاكَ وَالذُّنُوبَ الَّتِي لا تُغْفَرُ: الْغُلُولُ، فَمَنْ غَلَّ شَيْئًا أَتَى بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، وَآكِلُ الرِّبَا فَمَنْ أَكَلَ الرِّبَا بُعِثَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَجْنُونًا يَتَخَبَّطُ”
Dari Auf bin Malik, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Hati-hatilah dengan dengan dosa-dosa yang tidak akan diampuni. Ghulul (baca:korupsi), barang siapa yang mengambil harta melalui jalan khianat maka harta tersebut akan didatangkan pada hari Kiamat nanti. Demikian pula pemakan harta riba. Barang siapa yang memakan harta riba maka dia akan dibangkitkan pada hari Kiamat nanti dalam keadaan gila dan berjalan sempoyongan” (HR Thabrani dalam al Mu’jam al Kabir no 110 dan dinilai hasan li ghairihi oleh al Albani dalam Shahih at Targhib wa at Tarhib no 1862).
Berdasarkan hadits tersebut maka pelaku riba itu telah menghalangi dirinya sendiri dari ampunan Allah.
Makna hadits di atas bukanlah menunjukkan bahwa orang yang memakan riba meski sudah bertaubat tetap tidak akan diampuni oleh Allah. Akan tetapi maksudnya adalah menunjukkan tentang betapa besar dan ngerinya dosa memakan riba.
Umat Islam bersepakat berdasarkan berbagai dalil dari al Qur’an dan sunnah bahwa orang yang bertaubat dari dosa maka Allah akan menerima taubatnya baik dosa tersebut adalah dosa kecil maupun dosa besar.
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « وَالَّذِى نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لَيَبِيتَنَّ نَاسٌ مِنْ أُمَّتِى عَلَى أَشَرٍ وَبَطَرٍ وَلَعِبٍ وَلَهْوٍ فَيُصْبِحُوا قِرَدَةً وَخَنَازِيرَ بِاسْتِحْلاَلِهِمُ الْمَحَارِمَ وَاتِّخَاذِهِمُ الْقَيْنَاتِ وَشُرْبِهِمُ الْخَمْرَ وَأَكْلِهِمُ الرِّبَا وَلُبْسِهِمُ الْحَرِيرَ ».
Dari Ibnu Abbas, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Demi Allah yang jiwa Muhammad ada di tanganNya, sungguh ada sejumlah orang dari umatku yang menghabiskan waktu malamnya dengan pesta pora dengan penuh kesombongan, permainan yang melalaikan lalu pagi harinya mereka telah berubah menjadi kera dan babi. Hal ini disebabkan mereka menghalalkan berbagai yang haram, mendengarkan para penyanyi, meminum khamr, memakan riba dan memakai sutra” (HR Abdullah bin Imam Ahmad dalam Zawaid al Musnad [Musnad Imam Ahmad no 23483], dinilai hasan li ghairihi oleh Al Albani dalam Shahih at Targhib wa at Tarhib no 1864).
Pada saat haji wada’, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أَلاَ كُلُّ شَىْءٍ مِنْ أَمْرِ الْجَاهِلِيَّةِ تَحْتَ قَدَمَىَّ مَوْضُوعٌ وَدِمَاءُ الْجَاهِلِيَّةِ مَوْضُوعَةٌ وَإِنَّ أَوَّلَ دَمٍ أَضَعُ مِنْ دِمَائِنَا دَمُ ابْنِ رَبِيعَةَ بْنِ الْحَارِثِ كَانَ مُسْتَرْضِعًا فِى بَنِى سَعْدٍ فَقَتَلَتْهُ هُذَيْلٌ وَرِبَا الْجَاهِلِيَّةِ مَوْضُوعٌ وَأَوَّلُ رِبًا أَضَعُ رِبَانَا رِبَا عَبَّاسِ بْنِ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ فَإِنَّهُ مَوْضُوعٌ كُلُّهُ
“Ingatlah, segala perkara jahiliah itu terletak di bawah kedua telapak kakiku. Semua kasus pembunuhan di masa jahiliah itu sudah dihapuskan. Kasus pembunuhan yang pertama kali kuhapus adalah pembunuhan terhadap Ibnu Rabi’ah bin al Harits. Dulu dia disusui oleh salah seorang Bani Saad lalu dibunuh oleh Hudzail. Riba jahilaih juga telah dihapus. Riba yang pertama kali kuhapus adalah riba yang dilakukan oleh Abbas bin Abdil Muthallib. Sungguh semuanya telah dihapus” (HR Muslim 3009 dari Jabir bin Abdillah).
Dalam hadits di atas Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan bahwa riba itu berada di bawah telapak kaki beliau untuk menunjukkan betapa rendah dan hinanya pelaku riba dan riba juga dinilai oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai perkara jahiliah.
عَنْ سَمُرَةَ بْنِ جُنْدُبٍ – رضى الله عنه – قَالَ قَالَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – « رَأَيْتُ اللَّيْلَةَ رَجُلَيْنِ أَتَيَانِى ، فَأَخْرَجَانِى إِلَى أَرْضٍ مُقَدَّسَةٍ ، فَانْطَلَقْنَا حَتَّى أَتَيْنَا عَلَى نَهَرٍ مِنْ دَمٍ فِيهِ رَجُلٌ قَائِمٌ ، وَعَلَى وَسَطِ النَّهْرِ رَجُلٌ بَيْنَ يَدَيْهِ حِجَارَةٌ ، فَأَقْبَلَ الرَّجُلُ الَّذِى فِى النَّهَرِ فَإِذَا أَرَادَ الرَّجُلُ أَنْ يَخْرُجَ رَمَى الرَّجُلُ بِحَجَرٍ فِى فِيهِ فَرَدَّهُ حَيْثُ كَانَ ، فَجَعَلَ كُلَّمَا جَاءَ لِيَخْرُجَ رَمَى فِى فِيهِ بِحَجَرٍ ، فَيَرْجِعُ كَمَا كَانَ ، فَقُلْتُ مَا هَذَا فَقَالَ الَّذِى رَأَيْتَهُ فِى النَّهَرِ آكِلُ الرِّبَا »
Dari Samurah bin Jundab, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Semalam aku bermimpi ada dua orang yang datang lalu keduanya mengajakku pergi ke sebuah tanah yang suci. Kami berangkat sehingga kami sampai di sebuah sungai berisi darah. Di tepi sungai tersebut terdapat seorang yang berdiri. Di hadapannya terdapat batu. Di tengah sungai ada seorang yang sedang berenang. Orang yang berada di tepi sungai memandangi orang yang berenang di sungai. Jika orang yang berenang tersebut ingin keluar maka orang yang berada di tepi sungai melemparkan batu ke arah mulutnya. Akhirnya orang tersebut kembali ke posisinya semula. Setiap kali orang tersebut ingin keluar dari sungai maka orang yang di tepi sungai melemparkan batu ke arah mulutnya sehingga dia kembali ke posisinya semula di tengah sungai. Kukatakan, “Siapakah orang tersebut?”. Salah satu malaikat menjawab, “Yang kau lihat berada di tengah sungai adalah pemakan riba” (HR Bukhari no 1979).
Dalam hadits di atas jelas sekali betapa kerasnya hukuman bagi pemakan riba sementara ketika di dunia dia mengira bahwa dirinya bergelimang kenikmatan.
Akhirnya seluruh umat Islam beserta segenap ulamanya baik yang terdahulu ataupun yang datang kemudian telah sepakat bahwa riba adalah haram. Mereka juga menegaskan bahwa bunga bank dan yang semisal dengannya adalah haram. Mereka juga sepakat bahwa siapa saja yang menghalalkan riba maka dia kafir. Sedangkan siapa saja yang melakukan transaksi riba namun masih memiliki keyakinan bahwa riba itu haram maka dia telah melakukan dosa besar, orang yang fasik dan berani memerangi Allah dan rasulNya.
Para ulama telah menetapkan haramnya bunga yang telah dipatok di awal transaksi misal 3%, 5% dan seterusnya. Para ulama telah membantah orang-orang yang menghalalkan bunga bank dan merontokkan argument-argumen mereka secara total. Tidak ada beda antara bunga dalam jumlah kecil ataupun dalam jumlah besar. Semuanya adalah riba yang diharamkan.
Hanya Allah yang memberi taufik
13 Pasukan PBB Ditebus dengan 30 Ribu Muslim
Posted by admin in Ihwal on 11 25th, 2011 | no responses

Pembantai di Srebrenica terjadi setelah pihak PBB melucuti senjata kaum Muslim dan membiarkan Serbia memasukinya

Pagi menjelang siang 12 Juli 1995, seorang saksi melihat tumpukan sekitar 20-30 mayat diterlantarkan di belakang Gedung Transportasi di Potocari. Saksi lain pukul 12 siang melihat tentara Serbia merobek leher seorang bocah kecil dengan pisau di hadapan kerumunan Muslim Bosnia. Ia juga menyaksikan pembantaian lebih dari seratus pria Muslim Bosnia di sebuah area di belakang pabrik seng.

Seorang petugas medis pasukan PBB asal Belanda bercerita. “Kami melihat dua tentara Serbia, salah satunya berdiri berjaga-jaga dan satunya berbaring tanpa celana di atas tubuh seorang gadis. Kami melihat gadis itu terbaring di tanah, beralaskan semacam kasur. Ada darah di kasur itu, dan tubuh gadis itu juga berlumuran darah. Kakinya lebam-lebam. Darah mengalir turun dari sela-sela kakinya.”

Kisah tragis itu memenuhi ratusan halaman keputusan Mahkamah Kejahatan Internasional untuk Bekas Yugoslavia (ICTY) dalam persidangan Radislav Krstic, Wakil Komandan Korps Drina dari VRS (Vojska Republike Srpske), pasukan Serbia di Bosnia. Krstic orang pertama yang disidang dalam pengadilan kejahatan perang di ICTY, Den Haag.

Fotografer dokumenter profesional Nina Berman masih ingat cerita pilu yang didengarnya dari wanita Bosniak (sebutan untuk etnis Muslim Bosnia), yang ia temui tahun 1992, saat melihat foto-foto lama mereka. “Para wanita dan gadis diperkosa dalam Perang Bosnia. Itu artinya mereka secara personal, diserang, disakiti, ditakut-takuti dan dihinakan tanpa sebab, secara brutal dan sadis, semata-mata karena mereka perempuan dan Muslim,” tulis Berman dalam artikelnya berjudul “Systematic Rape of Women in the Bosnian Genocide”.

Almira Bektovic seorang gadis Muslim Bosnia yang dilahirkan di Mostar tahun 1980. Pasukan Serbia menyerbu desa tempat tinggal keluarganya di Foca dan membawa ayahnya pergi pada Juni 1992. Sejak itu sang ayah tidak pernah terlihat lagi. Almira dan ibunya digiring dan ditahan di sebuah gedung olahraga bersama ratusan perempuan Bosniak tua dan muda. Mereka dibiarkan kelaparan tanpa makan dan minum.

Pertengahan Agustus 1992 Almira dibawa ke rumah “Karaman” oleh Radovan Stankovic. Dia dijadikan pembantu serdadu Serbia bersama banyak gadis lainnya selama sepuluh hari.

Kemudian pada pertengahan September 1992, bus-bus deportasi membawa ratusan wanita Muslim dari gedung olahraga tempat Almira dan ibunya disekap. Di tengah perjalanan bus yang ditumpangi Almira dihentikan dekat Jembatan Drina. Seorang utusan Stankovic merenggut Almira dari tangan ibunya.

Almira berteriak berontak, “Jangan bawa saya. Saya baru berumur 12 tahun!” Ibunya memohon, “Kembalikan anakku!” sambil menangis hingga pingsan.

Seorang saksi hidup melihat Almira di rumah Karaman bercerita. Gadis kecil itu direnggut keperawanannya oleh tentara Serbia dan dipaksa melayani keganasan seksual mereka secara bergantian. Penderitaannya di Karaman berlangsung selama tiga bulan. Almira tidak hanya diperbudak di tempat itu, ia dibawa berkeliling ke banyak tempat lainnya.

Lebih dari 20.000 perempuan Muslim tua dan muda diperkosa secara sistematis oleh orang-orang Serbia, baik militer maupun Chetnik (paramiliter Serbia) selama 1992-1995.

Ketika lagu Mars Drina kebanggaan para Chetnik dikumandangkan lewat pengeras suara di masjid-masjid, kepedihan tak tertahankan segera terbayang di benak wanita Muslim Bosnia. Lagu itu menjadi pembuka tanda pemerkosaan massal dimulai, mereka dipaksa menari-nari dengan tubuh telanjang. Deraan dan siksaan senantiasa mengiringi kebejatan orang-orang Serbia atas diri mereka.

Kengerian dan derita pilu Muslim Bosnia bahkan sudah terjadi sejak awal perang, sebagaimana yang tergambar dalam surat perwakilan Departemen Pertahanan Bosnia-Herzegovina di Srebrenica tertanggal 13 Oktober 1992 yang ditujukan kepada Presiden Bosnia, UNPROFOR, Komisi Tinggi PBB, Palang Merah Internasional dan publik.

“Semua yang terjadi beberapa hari terakhir di wilayah Srebrenica, Konjevic Polje dan Cerska dan seluruh wilayah bebas lainnya di kawasan ini keadaannya lebih buruk dari neraka,” bunyi pembuka sebuah surat permohonan bantuan kemanusiaan bagi sekitar 80.000 warga Bosnia, yang kelaparan, haus, sakit dan tidak punya tempat tinggal.

Pembantaian Srebrenica

April 1993 Perserikatan Bangsa-Bangsa menetapan Srebrenica sebagai zona aman. Tidak ada yang boleh mengangkat senjata di daerah itu termasuk Muslim Bosnia, meskipun itu adalah wilayah mereka. Tapi pasukan Serbia yang sejak awal mengincar wilayah itu tidak mau mematuhi ketentuan PBB.

Puluhan ribu orang Bosniak berkumpul di pos kemananan PBB yang dikawal Dutchbat (tentara Belanda) di Potocari, Srebrenica, untuk mencari perlindungan dari serangan tentara Serbia pada 11 Juli 1995. Pejuang-pejuang Muslim Bosnia tidak bisa melawan, karena persenjataan mereka telah diserahkan kepada pasukan PBB, sebagai tanda kepatuhan atas ditetapkannya Srebrenica sebagai zona aman yang dilindungi PBB. Dan pasukan PBB tidak mau memberikan kembali senjata itu kepada pejuang Muslim.

Dengan alasan kekurangan personil dan persenjataan, serta tidak ada dukungan pasukan udara dari markas mereka, Dutchbat membiarkan pasukan Serbia masuk ke Srebrenica dengan persenjataan lengkap. Pasukan Belanda dibawah komando Kolonel Karremans memilih mundur, meninggalkan begitu saja warga Muslim Bosnia yang mencari perlindungan. Nyawa 30 ribu Muslim yang berlindung ditempat mereka ditukar dengan 13 personil Dutchbat yang ditahan VRS.

Pasukan Serbia, termasuk panglima tertinggi VRS Jenderal Ratko Mladic, membagi-bagikan permen, makanan kecil dan rokok kepada orang Bosniak yang berlindung di pos PBB itu. Mereka kemudian dipisahkan antara laki-laki dari perempuan.

Hanya dalam beberapa hari kemudian mata dunia terbelalak, mendengar ribuan pria dan anak laki-laki Muslim telah dibantai pasukan Serbia.

Sejarah mencatat pembantaian di Srebrenica terjadi sampai 22 Juli 1995. Namun orang-orang yang lolos dari maut mengatakan bahwa pembantaian terus berlangsung lama, hingga ke daerah pegunungan.

Delapan ribu tiga ratus tujuh puluh dua. Angka hasil perhitungan komisi untuk orang hilang International Commission on Missing Persons (ICMP) itu terukir di sebuah batu putih besar monumen pembantaian Srebrenica. Lebih dari 6.400 mayat telah berhasil dikenali lewat teknologi forensik DNA.

Dalam berkas perkara Radislv Krstic disebutkan bahwa pasukan Serbia di Bosnia menargetkan membunuh 40.000 Muslim yang tinggal di Srebrenica. Lebih dari 8.000 pria dan anak laki-laki Muslim berhasil dibantai. Sementara sisanya diperkirakan 30.000 orang, dipaksa keluar dari wilayah itu sebagai bagian dari upaya pembersihan etnis Bosniak oleh orang-orang Serbia.*

SUMBER;http://majalah.hidayatullah.com

AKHLAK SEORANG AHLUSSUNNAH
Berikut ini adalah praktek nyata yang menunjukkan bagaimana akhlak seorang ahli sunnah terhadap musuhnya. Inilah contoh akhlak Ibnu Taimiyyah sebagaimana diceritakan sendiri oleh muridnya yang demikian berbakti, Ibnul Qoyyim.
وما رأيت أحدا قط أجمع لهذه الخصال من شيخ الإسلام ابن تيمية قدس الله روحه وكان بعض أصحابه الأكابر يقول : وددت أني لأصحابي مثله لأعدائه وخصومه

Ibnul Qoyyim mengatakan, “Aku tidak mengetahui seorang yang memiliki sifat-sifat ini selain Ibnu Taimiyyah. Moga Allah menyucikan arwahnya.”
Salah seorang murid senior beliau pernah mengatakan, “Aku berharap bisa bersikap dengan para shahabatku sebagaimana Ibnu Taimiyyah bersikap dengan musuh-musuhnya”.
وما رأيته يدعو على أحد منهم قط وكان يدعو لهم
Aku tidak pernah mengetahui Ibnu Taimiyyah mendoakan kejelekan untuk seorang pun dari musuh-musuhnya. Sebaliknya beliau sering mendoakan kebaikan untuk mereka.
وجئت يوما مبشرا له بموت أكبر أعدائه وأشدهم عداوة وأذى له فنهرني وتنكر لي واسترجع ثم قام من فوره إلى بيت أهله فعزاهم وقال : إني لكم مكانه ولا يكون لكم أمر تحتاجون فيه إلى مساعدة إلا وساعدتكم فيه ونحو هذا من الكلام فسروا به ودعوا له وعظموا هذه الحال منه فرحمه الله ورضى عنه
Suatu hari aku menemui beliau untuk menyampaikan kabar gembira berupa meninggalnya musuh terbesar beliau sekaligus orang yang paling memusuhi dan paling suka menyakiti beliau. Mendengar berita yang kusampaikan, beliau membentakku, menyalahkan sikapku dan mengucapkan istirja’ (inna lillahi wa inna ilahi raji’un).
Kemudian beliau bergegas pergi menuju rumah orang tersebut. Beliau lantas menghibur keluarga yang ditinggal mati . Bahkan beliau mengatakan, “Aku adalah pengganti beliau untuk kalian. Jika kalian memerlukan suatu bantuan pasti aku akan membantu kalian” dan ucapan semisal itu.”
Akhirnya mereka pun bergembira, mendoakan kebaikan untuk Ibnu Taimiyyah dan sangat kagum dengan sikap Ibnu Taimiyyah tersebut. Moga Allah menyayangi dan meridhoi Ibnu Taimiyyah”.
Perkataan Ibnul Qoyyim di atas saya jumpai dalam Madarij as Salikin 2/328-329, tahqiq Imad ‘Amir, terbitan Darul Hadits Kairo, cetakan pertama 1316H.
Allahu Akbar, demikian agung akhlak seorang sunni salafi.
Marilah kita merenung seberapa jauh kita bisa meneladani akhlak beliau.
Ya Allah, maafkanlah segala kekurangan kami.

Receive all updates via Facebook. Just Click the Like Button Below

▼

Powered By Blogger Widgets


TUHANKU,AKULAH HAMBA YANG BODOH DALAM ILMU PENGETAHUAN KU INI,MAKA BAGAIMANA TAKKAN BODOH LAGI DALAM HAL-HAL YANG AKU MASIH BODOH LAGI DALAM HAL-HAL YANG AKU MASIH BODOH TIDAK MENGETAHUINYA.

air

TUHANKU, AJARKAN AKU DARI ILMU YANG LANGSUNG DAN MASIH TERSEMBUNYI DIDALAM PERBENDAHARAANMU DAN PELIHARALAH AKU DENGAN RAHSIA NAMAMU YANG TERPELIHARA.
TUHANKU, KELUARKANLAH AKU DARI KERENDAHAN DIRIKU(nafsuku)DAN BERSIHKAN AKU DARI KERAGUAN DAN SYIRIK SEBELUM MASUK KE LUBANG KUBURKU,BEBASKAN DIRIKU DARI TAWANAN HAWA NAFSUKU SERTA BERIKAN DAKU KEYAKINAN YANG DAPAT MENGHILANGKAN SEGALA RAGU DAN KESYIRIKKAN.
TUHANKU,BAGAIMANA AKAN DIHARAPKAN SESUATU SELAIN ENGKAU,PADAHAL ENGKAU TIDAK PERNAH MERUBAH KEBIASAAN PERTOLONGAN DAN KEBAIKKANMU DAN BAGAIMANA AKAN DIMINTA SELAIN DARI ENGKAU SEDANGKAN ENGKAU TIDAK PERNAH MERUBAH KEBIASAAN MEMBERI KURNIA.
TUHANKU,HARAPAN KU TIDAK PERNAH PUTUS DARIMU MESKI PUN AKU TELAH BERBUAT DOSA MAKSIAT, DEMIKIAN PULA RASA TAKUT KU PADAMU TIDAK HILANG MESKIPUN AKU TELAH TAAT DAN PATUH PADAMU.
TUHANKU,ENGKAULAH TUHAN YANG TIDAK ADA TUHAN KECUALI ENGKAU.


Hadits shahih, riwayat Abu Dawud no.2118, an-Nasa-I III/104-105, ad-Darimi II/142, Ahmad I/392-393, 432, ‘Abdurrazzaq no. 10449, ath-Thayalisi no. 338, al-Hakim II/182-183, al-Baihaqi VII/146 dari Sahabat ‘Abdullah bin Mas’ud Radiyallahuanhu. (Lihat Kutaib Khuthbatul Haajah oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani Rahimullah).

Sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah Kitabullah, sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad Rasulullah Shallallah alaihi wa sallam, sejelek-jelek perkara adalah yang diada-adakan, setiap yang diada-adakan adalah bid’ah dan setiap bid’ah itu sesat dan setiap kesesatan tempatnya di Neraka.
Waktu kamu lahir, kamu menangis dan orang-orang di sekelilingmu tersenyum.
Jalanilah hidupmu sehingga pada waktu kamu meninggal, kamu tersenyum dan orang-orang di sekelilingmu menangis.
Dunia ini umpama lautan yang luas. Kita adalah kapal yang belayar dilautan telah ramai kapal karam didalamnya..andai muatan kita adalah iman,dan layarnya takwa,nescaya kita akan selamat dari tersesat di lautan hidup ini.
Dari Hatim Al-Asom yang bermaksud:
Empat perkara yang hanya diketahui oleh empat jenis orang akan nilainya iaitu:
1. Nilai masa muda hanya diketahui oleh orang tua-tua.
2. Nilai kedamaian hanya diketahui oleh orang yang pernah ditimpa bencana.
3. Nilai kesihatan hanya diketahui oleh orang-orang sakit.
4. Nilai kehidupan hanya diketahui oleh orang-orang yang telah mati.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjtdAfSp7PwprfbBFbUmRAh1ncIZICD0qw8or3_JEweFjUu71xtz90B4P48UaY3NbMjDvBYKYetKcFWvA76rAxTyrIcPJCF6CCgR4K10AjuGj7n9L9YnCMSqfyXaMHC2Ypy7vZ01RxgK2lV/s400/qaradawi.jpg
"Menggunakan internet untuk menyampaikan maklumat Islam,menyampaikan suara Islam dan memperlihatkan Islam merupakan satu jihad utama"Petikan Daripada Kitab Fikhul Jihad Karangan Prof.Dr.Sheikh Yusuf Al-Qardhawi
Search in the Quran
Search in the Quran:
in
Download Islamic Softwares FREE | Free Code
www.SearchTruth.com
Search in the Hadith
Search: in
Download Islamic Softwares FREE | Free Code
www.SearchTruth.com
atau,
Search in the Hadith
Search:
in
Download | Free Code
www.SearchTruth.com
10. Widget Pencarian ayat dan hadits Kodenya:
Search in Quran and Hadith

2 Pictures, Images and Photos
KLIK MONITOR UNTUK TV LIVE

 

Powered by BannerFans.com
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Image by FlamingText.com
Image by FlamingText.com > Apabila manusia memuliakanmu kerana harta dan kuasa, maka janganlah engkau berbangga kerana kemuliaan tadi akan hilang apabila hilang kedua-duanya. Akan tetapi hendaklah hendaklah engkau berbangga sekiranya manusia memuliakan mu kerana agama atau tingkah laku mu yang baik.

عن أبي جعفر عليه السلام قال: الصلاة عمود الدين، مثلها كمثل عمود الفسطاط إذا ثبت العمود ثبتت الاوتاد والاطناب، وإذا مال العمود وانكسر لم يثبت وتد ولا طنب.


Dari Abi Ja’far as berkata:


“Shalat adalah tiang agama, perumpamaannya seperti tiang kemah, bila tiangnya kokoh maka paku dan talinya akan kokoh, dan bila tiangnya miring dan patah maka paku dan talinya pun tidak akan tegak.”

قال النبي صلى الله عليه واله: علم الإسلام الصلاة فمن فرغ لها قلبه وحافظ عليها بحدها ووقتها وسننها فهو مؤمن.

“Bendera Islam adalah shalat, maka barangsiapa memberikan hatinya untuknya dan menjaganya dengan batasan dan waktunya serta sunah-sunnahnya maka ia adalah seorang mukmin (hakiki).”

قال النبي صلى الله عليه واله: موضع الصلاة من الدين كموضع الرأس من الجسد.

Rasulullah saw bersabda:

“Kedudukan shalat dari agama adalah seperti kedudukan kepala dari badan.”